online-cendana news,-Kupang-NTT, -Salah
seorang tokoh pejuang terbentuknya Kabupaten Rote Ndao memuji kepiawian dan kemampuan
Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, SE, bahwa orang nomer satu dari nusa
seribu lontar tersebut merupakan
sosok perempuan yang hebat.
“Beliau merupakan seorang sosok perempuan yang luar biasa. Masyarakat Rote
Ndoa tidak salah memilih sosok perempuan
hebat yang jenius, ulet, punya kemampuan, pemberani, cerdas, linca, dan pintar.
Dalam berbicara pun beliau sangat sistimatik.
Saya melihat ibu Bupati tidak jauh berbeda dengan ibu walikota Surabaya, “Demikian ungkap Cornelis Syah, SH, MH, kepada wartawati media ini dikediamanya, Rabu,
(26/06).
Cornelis menuturkan, sebagai
seorang pejuang terbentuknya Kabupaten Rote Ndao merasa bangga, Paulina Haning,
sebagai salah satu Bupati perempuan pertama kali di Nusa Tenggara Timur.
“Kita harus bangga karena tidak ada Kabupaten atau Kota manapun di NTT yang
memiliki Bupati atau Walikota, seorang perempuan,”terang dia.
Diakui, sebagai seorang berlatar belakang dari bidang
hukum dan sebagai salah satu pejuang Kabupaten Rote Ndao sejak awal meragukan kemampuan
Bupati Paulina Haning-Bullu, namun ketika mendengar pidato perdananya di momen pelantikan,
dia sangat optimis dan yakin bahwa Bupati Paulina adalah seorang ibu yang
memiliki kemampuan luar biasa.
“Saya yakin bahwa beliau lima tahun beliau memimpin nanti, Rote Ndao akan mengalami
peningkatan pembangunan. Beliau akan meneruskan apa yang telah dicanangkan oleh
mantan Bupati Leonard Haning, Lentera Jilid III,”papar Cornelis.
Syah menjelaskan, dilihat dari
sisi politik, Bupati Paulina merupakan Presiden di Rote Ndao karena di Republik
ini hanya ada tiga pemimpin yang dipilih oleh rakyat secara langsung, yaitu Bupati, Gubernur dan Presiden.
“Beliau memiliki kewenangan untuk memutuskan dan setiap keputusan yang
diambil menggunakan hati nurani layak kasih sayang seorang ibu kepada
anak-anaknya,”ujar Syah.
Dikatakan, kepemimpinan Bupati Paulina
tidak berbeda dengan Gubernur Victor Laiskodat yang lebih mengedepankan
kepariwisataan. Apalagi Gubernur NTT juga berkeinginan memajukan destinasi laut
mati. Sehingga ini dayung bersambut.
“Karena kemampuannya, jangan sampai begitu selesai periode pertama Lalu mayarakat
Rote Ndao menginginkan beliau maju lagi pada periode ke-2,”ungkap sosok
pengacara kondang ini.
Cornelis menanegaskan, program
Bupati agar rakyat harus turun laut merupakan motivasi program yang sangat luar
biasa maka semua komponen harus mendukung.
“Rote Ndao adalah pulau kelautan yang sudah saatnya dikelolah oleh rakyat
Rote Ndao sendiri,”pntahnya.
Menurut dia, Bupati
Paulina ternyata bukan tipe pemimpin yang selalu bercongkol di belakang meja,
melainkan dalam setiap waktu terus melakukan turba, (turun bawa). Tujuannya,
selain untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat juga berkeinginan
memantau dari jarak dekat pembagunan yang telah dilaksanakan oleh kontraktor.
“Saya pernah lihat beliau turun langsung ke lapangan untuk melihat proyek jalan
tertentu, apakah sudah di hotmiks atau belum,”ucapnya. ##denci ngita


